Showing posts with label Fiqih Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Fiqih Dakwah. Show all posts

Sunday, 3 May 2015

Fiqih Dakwah di Masyarakat Jawa

Masyarakat Jawa, sebagaimana masyarakat suku lainnya, memiliki tata cara kehidupan dan budaya yang khas. Akan lebih tepat bagi para aktivis dakwah yang melakukan kegiatan dakwah untuk masyarakat Jawa, apabila mengetahui berbagai budaya yang mereka miliki. Ajaran hidup dan budaya masyarakat Jawa, sudah banyak diungkapkan dalam bentuk pitutur luhur atau pepatah dan kalimat hikmah.

Pada kesempatan kali ini, kita mencoba mempelajari satu pitutur luhur yang menggambarkan watak rata-rata masyarakat Jawa. Pitutur itu berbunyi, “Yen Agal Ngungkuli Watu Yen Alus Ngungkuli Banyu”. Makna Pitutur Pepatah di atas secara harfiah bermakna, apabila keras (kasar) melebihi batu dan apabila halus (lembut) melebihi air.

Secara spesifik sebenarnya pepatah ini mengacu atau diacukan pada perwatakan umum para kesatria Pendawa yang dalam konteks tertentu sering diibaratkan sebagai perwatakan orang Jawa. Secara umum, para kesatria Pendawa jika keluar watak keras atau kasarnya akan bisa menjadi sangat keras seperti batu atau bahkan kasar melebihi apa pun. Demikian pula jika keluar watak lembut atau halusnya, bisa sangat halus melebihi air. Sikap itu dipengaruhi oleh stimulan atau faktor-faktor luar yang menyebabkannya menjadi demikian.