Saya ingin bertanya masalah niat puasa di bulan Ramadhan. Ada yang bilang bahwa niat puasa itu harus dilakukan sendiri-sendiri setiap hari. Artinya untuk tiap hari puasa harus ada niatnya sendiri-sendiri. Pertanyaannya, haruskah kita berniat secara khusus untuk tiap satu hari puasa di bulan Ramadhan? Ataukah bolehkah niat itu dilakukan sekali saja di awal malam bulan Ramadhan, dimana kita berniat untuk 30 hari ke depan?
Mohon penjelasan dari ustadz tentang masalah ini agar puasa kita yang tinggal 3 bulan lagi bisa kita jalani dengan benar sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Jawab:
Mayoritas (jumhur) ulama mewajibkan untuk tiap hari puasa di bulan Ramadhan harus ada satu niat khusus tersendiri dan tidak bila niatnya sekaligus untuk 30 hari ke depan. Namun ada juga yang membolehkan satu kali niat saja di malam pertama Ramadhan untuk puasa 30 hari ke depan, yaitu mazhab Al-Malikiyah.
Berikut rinciannya :
Showing posts with label Ulama. Show all posts
Showing posts with label Ulama. Show all posts
Wednesday, 17 June 2015
Monday, 1 June 2015
Perbedaan (Khilaf) Ulama tentang Malam Nisfu Sya'ban
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya
Assalamualaikum Wr. Wb Ustd yang di rahmati Allah. Saya mau tanya tentang Nisfu sya'ban, adakah nash yang menjelaskan tentang hal ini, dan apa yang sering di lakukan oleh Rasullah SAW pada bulan sya'ban. Jazakallah atas jawabannya Wassalamualaikum Wr. Wb |
| Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebenarnya kalau dilihat dari kaca mata para ahli hadits, praktek ibadah ritual yang dilakukan oleh sebagian saudara kita di malam ke-15 bulan Sya'ban (nisfu sya'ban), tidak didukung dengan hadits yang mencapai derajat shahih kepada Rasulullah SAW. Namun bukan berarti apa yang dikerjakan itu otomatis menjadi haram atau kemungkaran yang harus diperangi. Sebab ternyata kita menemukan dalil-dalil yang meski tidak sampai derajat shahih, tetapi juga tidak sampai dhaif apalagi palsu. Hadits-hadits itu mencapai derajat hasan. Setidaknya, kesimpulan kita adalah bahwa derajat kekuatan tiap hadits itu memang jadi perbedaan pandangan kalangan ahli hadits. |
Subscribe to:
Posts (Atom)

